Berpacaran Dalam Filsafat

       L.O.V.E    Sering sekali kita lihat teman-teman ada saja yang selalu memiliki masalah dengan pasangannya. Mereka selalu merasa tidak dipahami, dimengerti, tidak didengar apa isi hatinya. Sang pria menuntut ini dan itu dari si wanita atau sebaliknya si wanita mau ini itu pada si pria.  Kadang si pria terus merasa menjadi objek dari hubungan percintaan mereka, ia merasa dimanfaatkan. Kadang si wanita juga memiliki perasaan seperti itu, sang pria hanya menjadikannya sebagai objek belaka.

Kondisi demikianlah yang tercermin dalam pandangan Sartre tentang hubungan relasional individu. Bagi Sartre, orang lain adalah neraka bagi individu. Hal ini dikarenakan manusia pada hakikatnya selalu memiliki relasi konfliktual jika dihadapkan pada manusia lain. Saat ada dua individu bertemu mau tidak mau pasti salah satu akan menjadi objek dan yang lainnya menjadi subjek. Tentu yang menjadi objek kehilangan otonomi sebagai seorang manusia. Yang satu pasti akan membendakan yang lain.

Saat berpacaran banyak sekali wanita yang diatur oleh sang pria. Diatur gaya  rambutnya biar menyenangkan hati si pria. Diatur cara berpakaiannya biar memuaskan si pria. Bahkan diatur pergaulannya biar gak macem-macem di belakang si pria. Dan pada titik ini wanita telah menjadi objek dan kehilangan otonom, keunikan juga kebebasan. Hal demikian juga terjadi pada pria. Terkadang ada wanita yang membatasi pergaulan si pria, agar tidak kepincut dengan wanita lain maksudnya. Ada juga wanita yang mengancam akan memutuskan si pria jika ia tak mau menuruti apa keinginan wanita. Wanita minta ini dan minta itu atau putus. Pada titik ini pria sudah menjadi objek dan dibendakan dalam relasi dengan wanita. Ia kehilangan otonomi dan keunikan serta kebebasan. Lalu tidak adakah hubungan berpacaran yang tulus, sejajar, mutualis dan resiprokal tanpa kehilangan otonomi sebagai subjek?

Jawabannya adalah kritik yang disampakan oleh Martin Buber terhadap model relasional dari Sartre. Bagi buber, model relasi Sartrean adalah hubungan antara manusia dan benda-benda, bukan hubungan manusia dengan manusia lain. Buber menyebutnya hubungan Aku-itu (I-it). Sifat hubungan aku-itu antara lain sepihak, tidak actual, posesif dimana orang lain hanya diperlakukan sebagai instrument bagi aku untuk memenuhi kebutuhanku dan hasratku. Orang lain hanya lah sempalan bagiku.        Hubungan yang sehat menurut Buber adalah model relasi aku-engkau (I-Thou). Hubungan aku-engkau sebaliknya bersifat timbal-balik, actual, dinamis, intensif dan tak terkatakan. Orang lain tak akan diperlakukan sebagai objek, melainkan diterima, diakui dan diperlakukan sebagai pribadi unik, sebagai tujuan bagi dirinya sendiri.

Sebagai contoh ilustrasi, ada seorang importir buku-buku ilmu sosial yang berpacaran dengan seorang mahasiswi sarjana sosiologi. Pertama-tama hubungan mereka adem ayem dan harmonis. Belakangan pecah konflik ketika memasuki usia 5 bulan. Pangkal persoalannya adalah si importir mulai mendikte kekasihnya. Misalnya, “sayang, kayaknya kamu lebih unyuu kalo pake jilbab deh?” atau “Cinta, kenapa sih kamu kalo aku ajak ketemuan gak pernah mau, alesannya rapat HMS mulu deh?”, atau “ngapain sih Cinta kamu masuk sosio, kenapa gak akuntansi yang lebih menjanjikan?” atau “iihh kenapa sih kamu selalu dateng telat kalo kita janjian?”

Mahasiswi sosiologi, yang sudah kenal betul filsafat ekstensialisme Buber tentu tak mau diobjekkan seperti itu. Ia pasti menginginkan hubungan yang bersifat I-Thou, sebuah hubungan yang tidak menjadikannya objek melainkan tetap sebagai seorang individu, subjek yang otonom, unik dan bebas. So?bagaimana dengan hubungan anda?haha.Berfilsafatlah sebelum berpasangan :D

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.