Tahun 2008 telah berlalu. Saatnya menyambut hari baru di tahun 2009. menyongsong masa depan yang lebih indah tentunya. Tapi semua itu seakan sirna. Semua kebahagiaan di tahun baru ini seolah luntur. Ketika terdengar berita bahwa telah terjadi sebuah kebiadaban yang dilakukan oleh Zionis Israel kepada rakyat Palestina di Jalur Gaza. Kebiadaban itu bisa kita lihat dari terus menerusnya serangan Israel ke Gaza. Serangan itu diluncurkan secara sporadis. Tanpa pandang bulu. Anak-anak, wanita, pria dewasa, sama saja dalam bidikan pesawat-pesawat tempur Israel. Anggota HAMAS-yang terkenal radikal dan tidak kompromi terhadap Israel-anggota militer, polisi, rakyat sipil, semua sama dalam bidikan F-16, pesawat super canggih yang dimiliki Israel. Kedukaan dan penderitaan rakyat Palestina inilah yang menyebabkan pergantian tahun ini terasa menyedihkan. Dan beberapa Negara Arab pun tidak merayakan malam pergantian tahun demi rasa kepedulian, solidaritas dan hormatnya kepada rakyat Palestina. Sehingga Tahun Baru ini pun mendapat sebutan Tahun Berduka, karena dibuka dengan kedukaan yang mendalam. Dunia pun mengutuk Tragedi ini.
Serangan yang dilancarkan oleh Israel ini sangat mengenaskan. Jalur Gaza menjadi seperti bulan-bulanan Israel. Bayangkan, Jalur Gaza yang panjangnya hanya sekitar 40 km dan memiliki lebar yang tak lebih dari sekitar10 km dengan jumlah penduduk sekitar 1,5 juta jiwa, daerah yang kecil dan padat penduduknya ini dibombardir dengan alat-alat militer canggih Israel seperti F-16 dan F-15. Dan Palestina melalui Brigade Al-Qassam-sayap militer HAMAS-hanya bisa membalas serangan Israel dengan roket-roket yang hanya bisa membuat lubang tak lebih dari 1 m dalamnya. Kalau kita Ibaratkan ini laga tinju, mungkin bisa kita ibaratkan Israel itu kelas berat dan Palestina itu kelas bulu. Inilah yang terjadi di Gaza. Palestina yang begitu kecil kekuatan militernya dihadapkan pada Israel yang memiliki alat-alat militer super canggih..
Kondisi-kondisi tersebut menyebabkan banyaknya korban yang berjatuhan di pihak Palestina. Data terakhir menyebutkan lebih dari 400 jiwa tewas dan 1400 lainnya mengalami luka-luka, baik berat maupun ringan. Sehingga kejadian ini juga menarik perhatian dunia. Telah banyak pemimpin Negara dunia yang mengecam atau pun mengutuk agresi Israel ini. Tak sedikit juga yang telah memberikan bantuan obat-obatan dan bahan makanan. Walaupun demikian, sulitnya bantuan masuk ke Gaza menjadi kendala tersendiri. Selain karena tidak ada akses karena ditutup oleh Israel. Israel juga menembaki kapal-kapal yang akan menyalurkan bantuan kepada Palestina. Hal ini pun memperparah keadaan di Gaza. Selain itu banyak dari berbagai Negara menggelar aksi unjuk rasa menolak agresi Israel itu. Bukan hanya dari Negara Muslim. Negara-Negara Eropa dan Negara-Negara amerika latin pun ikut andil dalam unjuk rasa menentang Israel.
Namun ada hal yang sangat miris, ketika sebuah Negara berdaulat seperti Palestina harus diagresi tapi PBB hanya bisa mengecam dan mengecam. PBB sebagai lembaga yang menjaga perdamaian Dunia dan menjamin HAM seharunya bisa berbuat lebih, bukan hanya mengecam dan memerintahkan Israel untuk segera menghentikan serangan, tapi juga ketegasan seperti menjatuhkan resolusi untuk Israel. Walaupun mungkin resolusi PBB tak akan ditaati oleh Israel. Begitu juga dengan sikap AS yang hanya diam bahkan mendukung penyerangan Israel. AS lupa dengan yell-yell-nya dulu mengenai HAM, Demokrasi dan kemerdekaan. Kita tahu AS adalah Negara yang “menjual” HAM ke seluruh dunia. Tapi mengapa dia mendukung Penyerangan Israel ini yang jelas-jelas adalah sebuah pelanggaran HAM. Dahulu China ketika melakukan pembunuhan di Tibet, AS adalah Negara pertama yang “gatal telinganya” dan Negara pertama yang mengecam. Bahkan Nuklir Iran yang belum tentu ada dan mengancam umat manusia saja, AS begitu menggebu-gebu membawa kasus ini ke DK PBB, Iran pun mendapat sanksi. Tapi mengapa ini tidak terjadi untuk kasus Palestina dan Israel?
Di samping hal di atas ternyata ada suatu kepentingan lain yang mungkin tidak diketahui orang banyak. Kepentingan Israel menginvasi Gaza (Palestina). Kalau Israel berdalih bahwa kepentingan mereka adalah membalas serangan roket HAMAS, tentu tak logis. Hal ini karena dari dulu HAMAS memang selalu meluncurkan roketnya ke wilayah Israel, kenapa baru kali ini serangan yang begitu dahsyat diluncurkan pula sebagai balasan.
Para pengamat Politik Timur Tengah mensinyalir bahwa kepentingan yang dimiliki Israel saat ini adalah terkait dengan Pemilu Israel yang akan dilaksanakan pada 10 Februari 2009. Dalam kancah perpolitikan Israel terdapat 2 partai besar yang ada di Israel, Likud dan Kadima. Partai Kadima yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Tzipi Livni turun popularitasnya di masyarakat Israel. Oleh karena itulah penyerangan Gaza yang memang berbuah dari kebijakan yang diambil oleh Tzipi bertujuan untuk dapat menaikkan popularitas Partai Kadima. Para pengamat juga mengatakan bahwa ajang menyerang Palestina menjadi seperti perlombaan, siapa yang bisa menghancurkan HAMAS atau Palestina atau bahkan menguasai kembali Jalur Gaza adalah yang akan mendapat dukungan dari rakyat Israel. Inilah yang menyebabkan Tzipi Livni, sebagai ketua umum Partai Kadima, begitu antusias ingin menyapu bersih Gaza. Betapa kejamnya ‘kan?. Demi kepentingan sesaat (politik), ratusan orang tak berdosa tewas dan ribuan lainnya luka-luka. Begitulah Yahudi.
sedih rasanya ngeliat saudara kita yang menderita disana yang walaupun ada dalam kondisi terjaepit tapi tetap mengingat ALLAH, dan sangat kontras dengan keadaan disini yang begitu hedonis.
itulah anehnya,,,
mereka yang telah berpeluh darah masih ttp setia dgn Tuhannya
sedangkan kita yang baru berpeluh keringat saja hanya bisa hura2..
yah, mau gimana lagi cuy, mank kelakuan orang israel(yahudi) dah gitu, gak heran kalo dalam al-quran Allah melaknati kaum ini(yahudi)..
tapi gak bisa dipungkiri juga kalo kebanyakan orang pinter berasal dari yahudi, mank dah dalilnya..
gw ga tau musti ngomong apa lagi soal israel!!paling cuma Doa tulus buat warga palestina biar tetap kuat jalanin ini semua.
kemaren gw liat tipi n amerika malah memveto kebijakan PBB yang menyikapi agresi militer israel.dan bikin banyak alasan untuk menunda penghentian tragedi kemanusiaan ini, buktinya d PBB gagal tercapai kesepakatan buat nyelesein masalah ini. gw yakin ini cuma konspirasi busuk amerika untuk beri ruang seluas-luasnya buat israel.
OBAMA!where are you nw,,dunia punya pengharapan besar atas anda!tapi untuk sebuah statment aja gw belum denger apalagi tindakan berarti..kalo ampe akhir minggu ini g ada
sedikitpuntangggapan dr doi.well..kyanya udah ketahuan bakal kaya apa kebijakan2 obama kedepan..!!semua janji manis doi tentang perubahan,…adalah omong kosong!
AS itu sekutu dekatnya SHIITRAEL, jadi siapa pun pres ny sama aja,,kecuali semboyannya si obama “Change we can”,,itu berjalan baru,,
tapi kecil banget bo’ kemungkinannya,,,wong dia aja mau nambah pasukan AS di Afghan,,,
subhanallah…kita harus belajar dr rakyat palestina,saat mereka d hujam para laknat tullah,tp ketegaran n keimanan mereka tetap kuat.mereka tegar dlm menjalani semua ini.
hanya do’a & tetesan air mata yg bisa q lakukan tuk’ saudara q d sana.hanya ALLAh yang akan membalaskan semua kebiadaban mereka.
ya..bersyukurlah indonesia sudah merdeka,tugas pemuda hanya tinggal meneruskan perjuangannya.buat kedamain di bumi indonesia ini.kehidupan adalah rizki yang patut kita syukuri(jangan neko-neko)…..
yaa rasa syukur tersebut dimanifestasikan dlm bentuk membantu perjuangan bangsa yang masih dijajah sampai saat in,,
yakni bangsa palestina,,sesuai dengan preambule UUD ’45 bahwa kemerdekaan ialah hak segala bangsa, dan penjajahan di atas Dunia harus dihapuskan,,
Melihat perkembangan dipalestina saat ini sungguh sangat menyedihkan, melihat saudara kita dibantai dengan kejam tanpa pandang bulu, lebih menyakitkan lagi melihat sikap para pemerintah liga arab yang hanya tinggal diam seakan menutup mata dan telinga akan apa yang terjadi dipalestina ditambah lagi sikap mesir yang menutup pintu perbatasan sengaja membiarkan rakyat palestina dibantai dengan brutal, kemana lagi akan berlindung jika saudara dekat tak lagi perduli.
apa fungsinya DK PBB sekarang? kalau hanya peduli dengan kepentingan negara kuat.
zionis israel yahudi tidak mempan kalau hanya diberi kritikan, hujatan yang perlu dilakukan adalah mempersatukan liga arab untuk melawan agresi zionis israel mereka harus bangkit dan tidak membiarkan rakyat palestina musnah mati sia-sia tanpa perlawanan. dan semoga Alloh SWT memberikan perlindungan dan pertolongan kepada saudara kita rakyat palestina.AMIN
aminn,,
ya begitulah PBB hanya sebuah hiasan yang dijadikan alat kepentingan bagi negara adikuasa,,,
negara arab jg seolah hilang peduli,,tapi sya tetp yakinn,
bahwa “kmengangan itu pasti akan datang”
israel tuh maunya apa siih?
ampe sebegitunya sama gaza.
sebenernya kan warga israel sendiri banyak yang ga setuju atas penyerangan ini.
tapi knapa ga didengerin??
ya udahlah, cuman bisa berdoa doang.
karena kepentingan politik melebihi kepentingan seglanya
dan kepentingan beberapa org harus “dinikmati” oleh ribuan org…
1113 itulah angka updatenya…
yg Syahiid insya Allah…