Ramadhan Bulan Sandiwara

Juli 26, 2009

Bulan ramadhan akan mengunjungi kita hanya dalam hitungan hari. Begitu bahagianya kita sebagai seorang muslim menyambut bulan yang penuh dengan keberkahan, Maghfirah, dan pahala syurga. Sehingga tak heran ketika kita melihat banyak orang yang merubah penampilannya bahkan hingga 180 derajat. Yang dulunya pakaiannya vulgar alias terbuka pada saat memasuki bulan ramadhan mulai di tutup perlahan alias sedikit demi sedikit. Yang awalnya pergi kuliah selalu pakai kaos oblong, celana levis sobek, saat bulan ramadhan menjadi tampan dengan pakaian muslim, peci bahkan sedikit janggut. Semua itu merupakan tanda bahwa ummat ini senantiasa menyambut bulan yang penuh rahmat ini dengan kesenangan dan kebahagiaan.

Di bulan yang indah ini juga banyak orang yang merubah perilakunya. Tadinya yang susah untuk bangun pagi, di bulan ramadhan mereka ”terpaksa” harus bangun pagi bahkan pagi buta agar tidak kelelahan saat puasa. Kemudian ada juga orang yang kalau hari biasa shalatnya masih bolong-bolong, entah ada hawa apa, di ramadhan dia begitu giat bahkan sering menjadi muazin dan selalu shalat berjamaah. Tak salah pula kalau kita katakan bulan ramadhan adalah bulan hidayah. Karena dengan izin Allah banyak orang yang kembali ke Jalan-Nya.

Tapi saya selalu berdoa semoga berbagai contoh di atas itu bukan hanya terjadi di bulan ramadhan—walaupun realitas mengatakan seperti itu—agar islam itu begitu terasa di setiap bagian kehidupan ini, tidak hanya di bulan ramadhan. Mereka melakukan aktivitas ruhani di bulan ramadhan begitu selesai masuk syawal, maaf-maafan, makan-makan, baju baru, dan mereka benar-benar selesai dengan bulan ramadhan sampai luntur apa yang dia rasakan di bulan kebaikan ini. Inilah yang disebut sinetron. Akting. ”Mengelabui” Tuhan. Apa sebenarnya yang salah?

Sedikit syair dari seorang Muslim—semoga Allah memberinya Rahmat—yang menggambarkan realitas di atas, yang sungguh membuat saya memohon kepada Tuhan Yang Maha Agung, Allah SWT. Agar dihindari dari hal seperti itu, agar mendapatkan ramadhan terbaik. Dan islam yang sempurna yang tidak hanya ada di bulan ramadhan tapi terus berkelanjutan bahkan samapai ketemu ramadhan lagi.

Sandiwara Ramadhan

Semuanya kawan-kawan yang tercinta

Ayo siap kita bermain sandiwara

Siapkan kerudungnya dan jilbabnya

Kali ini kita tutup aurat kita

Siapkan sorban-sorban dan pecinya

Marilah hormati agama kita

Wahai Tuhan Yang Maha Suci

Terimalah pakaian kami

Apabila bulan Ramadhan

Telah datang

Agama jadi laris bukan buatan

Siapkan lambang-lambang dan kostumnya

Kenakanlah semua di depan kamera

Yang penting penampilan dan aktingnya

Yang penting warna-warni dan gayanya

Wahai Tuhan Yang Maha Suci

Terimalah pakaian kami

Semoga ramadhan yang akan datang ini tidak menjadi ramadhan terakhir bagi kita, tidak menjadi ramadhan terburuk bagi kita tetapi menjadi ramadhan yang terbaik dan berkelanjutan hingga Allah berkenan untuk mempertemukan kita dengan ramadhan selanjutnya. Begitu seterusnya. Kalaupun ini ramadhan terakhir buat kita—wallahu a’lam—bisa kita jadikan ajang pertaubatan dan kembali kepada fitrahNya. Wallahu A’lam bi Showwab


Renovasi Gerakan Mahasiswa

Maret 21, 2009

 

            Indonesia memiliki sejarah yang sangat menarik terkait dengan mahasiswa. Gerakan intelektual ini memiliki peran besar dalam segala hal di Negeri ini. Yang dimulai sejak tahun 1908 hingga sekarang setidaknya gerakan mahasiswa telah mencapai umur lebih dari 100 tahun. Kita pun tak lupa berbagai prestasi yang diukir oleh mahasiswa, mulai dari Kemerdekaan Negara ini yang diawali bangkitnya kaum intelektual sampai yang masih ada dalam benak kita bahkan kita menjadi saksi di dalamnyua, peristiwa Reformasi 1998. Sebuah peristiwa yang menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki peran yang strategis di Negeri ini. Seperti melakukan kritik dan pengawasan terhadap kinerja pemerintah guna menjalankan fungsi sosial-politiknya.

            Namun belakangan ini, “taring” mahasiswa seolah sudah tumpul. Mereka tak lagi dapat melakukan peran-peran strategisnya. Kalau pun bisa hanya menjadi angin lalu saja, tanpa ada feedback atau hasil yang diharapkan. Baca entri selengkapnya »


DPD dan Semangat Integrasi Nasional

Maret 1, 2009

 

Indonesia dengan wajah baru hadir pasca runtuhnya rezim otoriter Soeharto. Pada era yang disebut reformasi ini, Indonesia banyak mengalami perubahan dari segala sektor, terutama dari segi ketatanegaraan. Perubahan itu ditandai dengan lahirnya berbagai lembaga pemerintahan baru yang turut serta memperjuangkan aspirasi rakyat, sebut saja Mahkamah Konstitusi, Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Komisi Yudisial, dll. Semuanya hadir untuk membawa indonesia ke arah yang lebih baik. Dan lembaga baru yang paling nyata memperjuangkan integrasi nasional adalah DPD

        DPD sebagai sebuah institusi baru hadir dari kekecewaan rakyat kepada Orde Baru. Kehadiran DPD kini telah nyata dapat mewakili kepentingan daerah setelah sebelumnya di masa orde baru orang-orang yang hadir di parlemen bukan dipilih secara langsung melainkan melalui mekanisme pangangkatan. Sehingga yang terjadi kadang kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah cenderung merugikan alias tidak menguntungkan pihak Daerah. Inilah sebenarnya yang ditakutkan sebagai penyebab disintegrasi, yaitu ketimpangan antara Pusat dan daerah. Dan inilah penghambat terjadinya Integrasi. Baca entri selengkapnya »


Menguji Legitimasi MUI

Januari 30, 2009

 

            Zaman terus berubah. Perubahan pun menyentuh segala sector dalam kehidupan ini. Islam sebagai sebuah agama yang sempurna dari jauh hari telah memperhitungkan mengenai perubahan zaman ini. Yakni dengan adanya kaidah-kaidah yang sifatnya qoth’i (tetap) dan kaidah-kaidah yang sifatnya dinamis sehingga dapat berubah sesuai dengan zaman. Sudah jelas tentunya, hal-hal yang bersifat qoth’i misalnya yang berkaitan dengan aqidah dan Ibadah, sedangkan yang dapat berubah tentunya hal-hal mengenai muamalah yakni yang berkaitan dengan cara hidup sehari-hari. Baca entri selengkapnya »


Uniknya Demokrasi Indonesia

Januari 29, 2009

 

 

            Indonesia dengan segala keragamannya ternyata memiliki tempat yang baik di Dunia Internasional. Terutama

Kampanye Parpol

Kampanye Parpol

menyangkut Demokrasi. Indonesia telah mendapat pengakuan dari Dunia Internasional sebagai sebuah Negara Demokrasi. Hal ini merupakan sebuah penilaian atas telah berjalannya Pemilihan Umum (Pemilu) secara sehat sejak tahun1999 dan telah melakukan pemilihan presiden dan wakil presiden secara langsung. Sudah 2 pemilu dan saat ini memasuki pemilu yang ketiga, pemilu 2009. Bahkan ada yang mengatakan Pemilu Indonesia lebih demokratis dibanding dengan Amerika Serikat  (AS) karena Indonesia memilih langsung presidennya sementara AS, setelah capresnya dipilih oleh para pemilih tidak serta merta yang menang akan jadi presiden tapi akan dilakukan voting lagi di electoral college (dewan pemilih), kalau perolehan suara di electoral college di atas 270 baru bisa menjadi Presiden AS. Baca entri selengkapnya »