Bulan ramadhan akan mengunjungi kita hanya dalam hitungan hari. Begitu bahagianya kita sebagai seorang muslim menyambut bulan yang penuh dengan keberkahan, Maghfirah, dan pahala syurga. Sehingga tak heran ketika kita melihat banyak orang yang merubah penampilannya bahkan hingga 180 derajat. Yang dulunya pakaiannya vulgar alias terbuka pada saat memasuki bulan ramadhan mulai di tutup perlahan alias sedikit demi sedikit. Yang awalnya pergi kuliah selalu pakai kaos oblong, celana levis sobek, saat bulan ramadhan menjadi tampan dengan pakaian muslim, peci bahkan sedikit janggut. Semua itu merupakan tanda bahwa ummat ini senantiasa menyambut bulan yang penuh rahmat ini dengan kesenangan dan kebahagiaan.
Di bulan yang indah ini juga banyak orang yang merubah perilakunya. Tadinya yang susah untuk bangun pagi, di bulan ramadhan mereka ”terpaksa” harus bangun pagi bahkan pagi buta agar tidak kelelahan saat puasa. Kemudian ada juga orang yang kalau hari biasa shalatnya masih bolong-bolong, entah ada hawa apa, di ramadhan dia begitu giat bahkan sering menjadi muazin dan selalu shalat berjamaah. Tak salah pula kalau kita katakan bulan ramadhan adalah bulan hidayah. Karena dengan izin Allah banyak orang yang kembali ke Jalan-Nya.
Tapi saya selalu berdoa semoga berbagai contoh di atas itu bukan hanya terjadi di bulan ramadhan—walaupun realitas mengatakan seperti itu—agar islam itu begitu terasa di setiap bagian kehidupan ini, tidak hanya di bulan ramadhan. Mereka melakukan aktivitas ruhani di bulan ramadhan begitu selesai masuk syawal, maaf-maafan, makan-makan, baju baru, dan mereka benar-benar selesai dengan bulan ramadhan sampai luntur apa yang dia rasakan di bulan kebaikan ini. Inilah yang disebut sinetron. Akting. ”Mengelabui” Tuhan. Apa sebenarnya yang salah?
Sedikit syair dari seorang Muslim—semoga Allah memberinya Rahmat—yang menggambarkan realitas di atas, yang sungguh membuat saya memohon kepada Tuhan Yang Maha Agung, Allah SWT. Agar dihindari dari hal seperti itu, agar mendapatkan ramadhan terbaik. Dan islam yang sempurna yang tidak hanya ada di bulan ramadhan tapi terus berkelanjutan bahkan samapai ketemu ramadhan lagi.
Sandiwara Ramadhan
Semuanya kawan-kawan yang tercinta
Ayo siap kita bermain sandiwara
Siapkan kerudungnya dan jilbabnya
Kali ini kita tutup aurat kita
Siapkan sorban-sorban dan pecinya
Marilah hormati agama kita
Wahai Tuhan Yang Maha Suci
Terimalah pakaian kami
Apabila bulan Ramadhan
Telah datang
Agama jadi laris bukan buatan
Siapkan lambang-lambang dan kostumnya
Kenakanlah semua di depan kamera
Yang penting penampilan dan aktingnya
Yang penting warna-warni dan gayanya
Wahai Tuhan Yang Maha Suci
Terimalah pakaian kami
Semoga ramadhan yang akan datang ini tidak menjadi ramadhan terakhir bagi kita, tidak menjadi ramadhan terburuk bagi kita tetapi menjadi ramadhan yang terbaik dan berkelanjutan hingga Allah berkenan untuk mempertemukan kita dengan ramadhan selanjutnya. Begitu seterusnya. Kalaupun ini ramadhan terakhir buat kita—wallahu a’lam—bisa kita jadikan ajang pertaubatan dan kembali kepada fitrahNya. Wallahu A’lam bi Showwab
Ditulis oleh Dady Doa
Ditulis oleh Dady Doa
Ditulis oleh Dady Doa 